Peningkatan Perilaku Perawatan Klien Tb Paru Melalui Pendidikan Kesehatan

Ani Nuraeni, Nailah Amalia

Abstract


Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit infeksius kronik dan berulang yang biasanya mengenai paru disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini ditularkan melalui udara yang terkontaminasi droplet penderita ketika batuk, bersin, bicara, atau bernyanyi. Penularan dapat terjadi pada anggota keluarga yang lain apabila pasien TB Paru tidak melakukan perawatan seperti pengobatan TB Paru secara tuntas, memakai masker, melakukan etika batuk, mengkonsumsi makanan bergizi, serta memodifikasi lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi penularan penyakit TB Paru perlu meningkatkan perilaku pencegahan dan penularan TB Paru bagi klien dan keluarganya melalui pendidikan kesehatan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan perilaku perawatan TB Paru setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rancangan studi kasus menggunakan model deskriptif dan proses keperawatan sebagai pendekatan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kuesioner pada dua orang subjek yang telah terdiagnosa TB Paru.Hasil studi kasus menunjukkan adanya peningkatan perilaku perawatan setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 5 hari. Studi kasus ini merekomendasikan perlunya program pendidikan kesehatan secara terjadwal bagi klien dan keluarga baik dilakukan di Puskesmas maupun kunjungan rumah.

Full Text:

PDF

References


Agustina, S, & Wahjuni, C,U. (2017). Pengetahuan dan tindakan pencegahan penularan penyakit tuberkulosis paru pada keluarga kontak serumah. Diunduh dari http://ejournal.umm.ac.id/index.php/keperawatan/article/vi ew/2865.

Ali, Z. (2009). Pengantar keperawatan keluarga. Jakarta: EGC.

Badan Penelitian &Pengembangan Kesehatan. (2013). Riset kesehatan dasar riskesdas2013. Jakarta: Kemenkes RI.

____.(2018). Riset kesehatan dasar riskesdas2018. Jakarta: Kemenkes RI.

Erawatyaningsih, E., Purwanto, & Subekti,H. (2009). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru. Diunduh dari http://www. journal.ugm.ac.id

Friedman, M., Bowden, V.R., &Jones, E.G. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga riset, teori, &praktik. Ed. 5. Jakarta: EGC.

Infanti, T. (2011). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadapat pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan penularan tuberkulosis paru pada keluarga di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya tahun 2010. Diunduh dari: http://: repo.unand.ac.id

Irnawati, N.M., Siagian, I.E.T., & Ottay, R.I. (2016). Pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis di Puskesmas otoboi Kecil Kota Kotamobagu. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik: Volume IV Nomor 1 Februari 2016. Diunduh dari http://ejournal.unsrat.ac.id

Kemenkes RI. (2013). Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lailatul, N, Rohmah, S, & Wicaksana, A,Y. (2015). Upaya keluarga untuk mencegah penularan dalam perawatan anggota keluarga dengan TB Paru. Diunduh dari http://ejournal.umm.ac.id/ind ex.php/keperawatan/article/view/2865

LeMone, P., Burke, K, M., & Bauldoff, G. (2015). Buku ajar keperawatan medikal bedah: Gangguanrespirasi. Jakarta: EGC.

Manalu, H.S.P. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TB Paru dan upaya penanggulangannya. Diunduh dari http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JIK/article/view/12269

Maulidya, Y., Redjeki, E.S., & Fanani, E. (2017). Faktor yang empengaruhi keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TB) paru pada pasien pasca pengobatan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Diunduh dari http://www.jurnal unsyiah.ac.id/JIK/article/view/12269

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pratama, R.K.O., Widodo, A, & Listyorini, D. (2013). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang kebiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat siswa SDN 1 Mandang. Diunduh darihttp://ejournal.umm.ac.id/index.php/keperawatan/article /view/2865

Saifullah, Mulyadi, Asniar. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kesehatan tuberkulosis paru. Diunduh dari http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JIK/article/view/12269

Setiawati, S. & Dermawan, A. C. (2008). Pendidikan kesehatan. Jakarta: TIM.

Sukana B, Herryanto & Supraptini. (2003). Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan penderita TB Paru di Kabupaten Tangerang. Jurnal Ekologi Kesehatan.Vol.2 No.3, Desember 2003: 282 – 289.

Syaripi, A., Suryenti, V, & Wantoro, G. (2016). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap upaya pencegahan penularan tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Kumpeh. Diunduh dari http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JIK/article/view/12269

Umami, Y.H., Muhlisin, A, & Nur, D.W. (2016). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang tuberkulosis terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap penderita dalam pencegahan penularan tuberkulosis. Diunduh dari http://www.jurnal. unsyiah.ac.id/JIK/article/view/12269

Widjanarko, B., Prabamurti, P.N., & Wiayat, E. (2006). Pengaruh karakteristik, pengetahuan dan sikap petugas pemegang program tuberculosis paru Puskesmas terhadap penemuan suspek TB Paru di Kabupaten Blora. Diunduh dari http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JIK/article/view/12269

Wulandari, A,A, Nurjazuli, M., &Adi, S. (2015). Faktor risiko dan potensi penularan tuberkulosis paru di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Diunduh dari http://ejournal.umm.ac.id/index.php/keperawatan/article/vi ew/2865




DOI: https://doi.org/10.46749/jiko.v3i2.30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)



Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi is Indexed By :

Creative Commons License
Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi Ciptaan disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats