Penerapan Pendidikan Kesehatan Perawatan TB Paru

Ariyani Hidayati, Zahri Darni

Abstract


Tuberkulosis Paru (TB paru) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman batang aerobik dan tahan asam yang merupakan organisme patogen maupun saprofit. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam upaya mengurangi insiden tuberkulosis paru adalah dengan melakukan penerapan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh seorang pendidik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan pendidikan kesehatan perawatan TB paru. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua orang pasien TB paru. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu format pengkajian keperawatan medikal bedah. Hasil penelitian setelah dilakukan pendidikan kesehatan perawatan TB Paru terhadap kedua pasien tersebut adalah pasien telah dapat menjelaskan kembali pengertian TB Paru, tanda gejala, akibat lanjut, perawatan dengan cara berhenti merokok, minum OAT sesuai jadwal, mengkonsumsi diet TKTP dan melaksanakan etika batuk serta kontrol sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Full Text:

PDF

References


Alie. Y., & Rodiyah. (2013). Pengaruh batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang. Skripsi. Stikes Pemkab. Diunduh dari http://www.stikespemkabjombang.ac.id/

Aryani, R., dkk. (2009). Prosedur klinik keperawatan pada mata ajar kebutuhan dasar manusia. Jakarta: Trans Info Media.

Asih, N., & Effendy, C. (2008). Keperawatan medikal bedah: Klien dengan gangguan sistem pernapasan. Jakarta: EGC.

Asmadi. (2008). Teknik prosedural keperawatan konsep dan aplikasi kebutuhan dasar manusia. Jakarta: Salemba Medika.

Danusantoso, H. (2013). Buku saku ilmu penyakit paru. Ed.2. Jakarta: EGC.

Doenges, M., Moorhouse, M., & Geissler, A. (2012). Rencana asuhan keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Ed.3. Jakarta: EGC.

Effendi, F., & Makhfudli. (2009). Keperawatan kesehatan komunitas teori dan praktik dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Lusianah, dkk. (2012). Prosedur keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.

Manurung, S., Suratun., Krisanty, P., & Ekarini, N. (2013). Asuhan keperawatan gangguan sistem pernapasan akibat infeksi. Jakarta: Trans Info Media.

Mardiono, S. (2013). Pengaruh latihan batuk efektif terhadap frekuensi pernafasan pasien TB paru di Instalasi Rawat Inap penyakit dalam rumah sakit Pelabuhan Palembang tahun 2013. Jurnal Harapan Bangsa, 1(2), 224-227. Diunduh dari http://scholar.google.go.id/scholar.

Mboi, N. (2013). Riset kesehatan dasar (RISKESDAS) 2013. Jakarta: Kemenkes RI.

Nurhayati, I., Kuriawan, T., & Mardiah, W. (2015). Perilaku pencegahan penularan dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya pada pasien tuberkulosis multidrugs resisten. Skripsi. Universitas Padjajaran. Diunduh dari http://jkp.fkep.unpad.ac.id/article

Nurarif, A., & Kusuma, H. (2013). Aplikasi asuhan dasar keperawatan berdasarkan diagnosa medis. Jilid 2. Jogjakarta: Medi Action.

Nursalam., & Ferry E. (2012). Pendidikan dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Potter, P., & Perry, A. (2014). Fundamentals of nursing. Canada: Elsevier.

Price, S., & Wilson, L. (2008). Patofisiologi konsep klinis dan proses-proses penyakit. Jakarta: EGC.

Sediaoetama, A. (2010). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta: Dian Rakyat.

Sudoyo, A., Setyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, M., & Setiati, S. (2010). Buku ajar ilmu penyakit dalam. Ed.5. Jilid 2. Jakarta: Internal Publishing.

Suryo, Joko. (2010). Gangguan sistem pernapasan. Yogyakarta: B First.

Sutarjo, U. (2014). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Syaifuddin. (2011). Anatomi fisiologi: Kurikulum berbasis kompetensi untuk keperawatan dan kebidanan. Jakarta: EGC.

Tirtana, B. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru dengan resistensi obat tuberkulosis di wilayah Jawa Tengah. Skripsi. Universitas Diponegoro. Diunduh dari http://eprints.undip.ac.id/

Utari, Weni., Arneliwati, & Riri Novayelinda. (2014). Efektifitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Tesis. Universitas Riau. Diunduh dari http://scholar.google.go.id/scholar

Ummami, Y. (2016). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang tuberkulosis terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap penderita dalam pencegahan penularan tuberkulosis di Puskesmas Simo. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diunduh dari http://eprints.ums.ac.id/

Wahyuliana. (2013). Diet tinggi kalori dan protein. Jurnal nutrisi pasien tuberkulosis paru. 2(1), 24 - 59. Diunduh dari http://www.google.co.id/dietTKTP.

Ward, J., Leach, R., & Wiener, C. (2007). At a glance sistem respirasi. Ed.2. Jakarta: EGC




DOI: https://doi.org/10.46749/jiko.v2i2.12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)



Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi is Indexed By :

Creative Commons License
Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi Ciptaan disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats